Konsep Ilmu Dalam Sahih al-Bukhari

Begitu teliti dan cermatnya Bukhari dalam menyeleksi autentisitas  hadits hingga kemudian ia dijuli ” thabib al-hadits”. Kecerdasan dan kepeduliannya yang kuat pada ilmu ditunjukkan dengan pengklasifikasian bab tersendiri tentang ilmu dalam kitabnya. Meskipun demikian Shahih al-Bukhari, sebagaimana kitab-kitab kumpulan hadits lainnya, tidak memiliki  muatan teoritis-konseptual tentang suatu teori secara matang dan gamblang, ia masih perlu bantuan dari disiplin ilmu lainnya. Dan hadits  pada dasarnya tetap memerlukan interpretasi, jika ingin memahaminya Baca Selanjutnya…

3 Tanggapan

  1. artikel yang bapak tulis sudah bagus dan saya cuma ingin menambahkan sedikit.
    Masih banyak hadits shahih yang tidak masuk ke dalam kedua kitab tersebut. Al-Imam Al-Bukhari mengatakan, hadits-hadits shahih yang beliau tinggalkan lebih banyak karena beliau menghafal 100.000 hadits shahih dan 200.000 hadits lemah. Sementara kitab Shahih Al-Bukhari sendiri memuat 4000 hadits shahih tanpa pengulangan dan 7275 hadits shahih dengan pengulangan
    Kita bisa melacaknya di kitab-kitab hadits yang terkenal seperti Shahih Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Hibban, Kitab-kitab Sunan yang empat, Mustadrak Al-Hakim, Sunan Al-Baihaqi, Sunan Ad-Daruquthni dan lainnya. Meskipun demikian, para ulama setelah mereka terus meneliti akan keshahihan kitab-kitab ini terutama kitab Mustadrak Al-Hakim dan Sunan At-Tirmidzi yang -menurut para ulama- penulisnya kurang ketat dalam menilai hadits (gampang menilai shahih sebuah hadits). Wallahu a’lam.

  2. artikel yang bapak tulis sudah bagus tapi, saya ingin menanggapi sedikit.Hadist ini lemah. sedangkan Hadits sahih mempunyai kriteria yaitu:1 bersambung sanadnya. maksudnya ialah setiap periwayat dalam sanad hadist itu benar-benar menerimanya dari periwayat terdekat sebelumnya dan keadaan itu berlangsung demikian sampai akhir sanad dalam hadist itu. 2 periwayatnya adil. pengertian adil dalam ilmu hadist adalah suatu watak dan sifat yang kuat yang mampu mengarahkan orangnya kepada perbuatan takwa menjauhi perbuatan mungkar dan segala sesuatau yang akan merusak muru’ah. 3 periwayatnya dhabith. peng pengertian dhabith adalah sikap penuh kesadaran dan tidak lalai, kuat hapalan jika hadist yang diriwayatkan berdasarkan hapalan, dan benar tulisannya jika ia meriwayatkan hadist secara makna, maka ia tahu percis kata-kata apa yang sesuai digunakan. 4. tidak syadz. maksudnya rancu menyimpang dari aturan atau memisahkan diri dari jamaah. tidak ‘illat. maksudnya cacat, kesalahan baca, penyakit dan keburukan.
    hadist bukan hanya semata-mata pada persoalan sahih atau daif_nya, namun memerlukan kajian dan analisis dari pelbagai sudat pandang dan konprehensif. Namun instrumen keilmuan yang digunakan terkadang terbatas, karena keluasan dan kedalam ilmu pengkajianya terbatas wallahua’lam

  3. Assalamualaikum wr.wb
    Tulisan yang bapak buat sangat bagus,tulisan bapak banyak menambah wawasan bagi yang membacanya.dan pastinya akan menambah ilmu yang baru bagi pembacanya.sehingga setelah membaca makalah konsep ilmu dalam Sahih Al-bukhari,maka saaya menyimpulkan :
    1. Dalam menyeleksi autentisitas hadist bukhari sangat teliti dan cermat.sehingga dijuluki tabib Al hadist.
    2. Selama 16 tahun pengembaraannya akhirnya membuahkan hasil yang begitu cemerlang.Bukhari mendapatkan 600.000 Hadist yang dibukan yang diberi judul Al-jami’al –Shahih.
    3. Dari 5374 Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,hanya 446 yang diambil oleh Bukhari.
    4. Salah satu sifat Bukhari yang membuat hati kita terbuka dan mudah-mudahan kita juga dapat mengamalkannya yaitu kebiasaan bukhari sebelum menulis Hadist adalah melakukan : mandi,shalat dua rakaat,dan bahkan membaca 1/3 Al Quran.
    5. Allah mempertegas dalam Al Quran surah Al Mujadalah Ayat 11,Allah akan maninggikan orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.
    6. Bukhari mengantarkan pemahaman bahwa ilmu dan ilmuwan tidak dapat dipisahkan. Menghargai ilmu berarti juga menghargai ilmuwan.
    7. Manusia yang mempunyai pengetahuaan adalah ilmuwan artinya berfikir merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan serta mencirikan manusia menjadi manusia.
    8. Ilmu tidak akan bertambah jka kita tidak mencarinya.inilah jawaban dalam perspektif Islam bahwa menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban.
    Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: